Contoh pidato yang 1.
silakan di baca..
Assalamualaikum Warohmatulah Wabarokatuh
Yang terhormat, kepala sekolah SMP N 2 Karanganyar
ketua panitia Hari Kartini,
guru-guru di SMPN 2 Karanagnyar
dan rekan-rekanku sekalian yang saya cintai.
Pada pagi hari ini, kita dikumpulkan di tempat ini dengan satu tujuan yaitu memperingati Raden Ajeng Kartini, yang tepat 106 tahun yang lalu menuntaskan perjuangannya untuk mewujudkan kesetaraan gender.
Pada hari ini, kita, bangsa Indonesia memperingati tonggak kesetaraan gender. Dimana kita dapat merefleksikan kembali apa yang telah dilakukan Kartini pada jamannya untuk memperjuangkan apa yang kita kenal masa kini dengan sebutan emansipasi wanita.
Banyak hal yang dapat kita teladan dari sosok Kartini. Dia beruntung pada jamannya, memiliki pemikiran yang modern. Tak seperti wanita jawa yang berbuat ‘seharusnya’ pada jaman itu, dirinya memiliki cita-cita mulia yang mungkin tak terpikir oleh dirinya sendiri, yaitu mewujudkan emansipasi wanita. Emansipasi yang berarti kesetaraan, begitu melekat pada namanya di masa kini.
Di saat wanita-wanita Jawa bekerja di dapur, dipingit, dan hanya menunggu lamaran seorang pria, Kartini dengan super EQ dan IQnya belajar dan belajar. Pendidikannya yang hanya tamat E.L.S, setingkat sekolah dasar tidak menjadikannya hanya mengerti yang diajarkan di E.L.S saja. Kecerdasannya mampu menguasai seni dan ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi wanita Jawa di jaman itu. Diantaranya melukis, bermain piano, membaca buku apapun, mempelajari bahasa Belanda dan Perancis, berlagu, hingga mempromosikan kerajinan daerah.
Di saat wanita-wanita Jawa bekerja di dapur, dipingit, dan hanya menunggu lamaran seorang pria, Kartini dengan super EQ dan IQ-nya belajar dan belajar.
Dari kehidupan Kartini, kita dapat meneladani 3 poin utama. Yaitu kreativitas, kepedulian, dan keuletan belajar. Kreativitas karena Kartini menulis, jaman dahulu, seorang muda pribumi hanya segelintir yang menulis surat pada teman-teman berbeda benua. Kepedulian, karena pemikiran Kartini yang sangat kritis akan budaya Jawa yang terlalu mengekang kaum wanita untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria. Keuletan belajar, karena Kartini dapat menguasai bahasa Belanda dan juga belajar bahasa Perancis, begitu pula dengan kemampuannya bermain piano, ia dapatkan dari belajar.
Dari peringatan hari Kartini ini, saya harapkan kita, Bangsa Indonesia tanpa membedakan gender, berusaha menerapkan 3 teladan kartini yang sudah saya jabarkan tadi. Yaitu kreativitas, kepedulian, dan keuletan belajar.
Akhirnya saya meminta maaf bila ada salah kata yang kurang berkenan di hati anda sekalian. Sekaligus saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
Yang terhormat, kepala sekolah SMP N 2 Karanganyar
ketua panitia Hari Kartini,
guru-guru di SMPN 2 Karanagnyar
dan rekan-rekanku sekalian yang saya cintai.
Pada pagi hari ini, kita dikumpulkan di tempat ini dengan satu tujuan yaitu memperingati Raden Ajeng Kartini, yang tepat 106 tahun yang lalu menuntaskan perjuangannya untuk mewujudkan kesetaraan gender.
Pada hari ini, kita, bangsa Indonesia memperingati tonggak kesetaraan gender. Dimana kita dapat merefleksikan kembali apa yang telah dilakukan Kartini pada jamannya untuk memperjuangkan apa yang kita kenal masa kini dengan sebutan emansipasi wanita.
Banyak hal yang dapat kita teladan dari sosok Kartini. Dia beruntung pada jamannya, memiliki pemikiran yang modern. Tak seperti wanita jawa yang berbuat ‘seharusnya’ pada jaman itu, dirinya memiliki cita-cita mulia yang mungkin tak terpikir oleh dirinya sendiri, yaitu mewujudkan emansipasi wanita. Emansipasi yang berarti kesetaraan, begitu melekat pada namanya di masa kini.
Di saat wanita-wanita Jawa bekerja di dapur, dipingit, dan hanya menunggu lamaran seorang pria, Kartini dengan super EQ dan IQnya belajar dan belajar. Pendidikannya yang hanya tamat E.L.S, setingkat sekolah dasar tidak menjadikannya hanya mengerti yang diajarkan di E.L.S saja. Kecerdasannya mampu menguasai seni dan ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi wanita Jawa di jaman itu. Diantaranya melukis, bermain piano, membaca buku apapun, mempelajari bahasa Belanda dan Perancis, berlagu, hingga mempromosikan kerajinan daerah.
Di saat wanita-wanita Jawa bekerja di dapur, dipingit, dan hanya menunggu lamaran seorang pria, Kartini dengan super EQ dan IQ-nya belajar dan belajar.
Dari kehidupan Kartini, kita dapat meneladani 3 poin utama. Yaitu kreativitas, kepedulian, dan keuletan belajar. Kreativitas karena Kartini menulis, jaman dahulu, seorang muda pribumi hanya segelintir yang menulis surat pada teman-teman berbeda benua. Kepedulian, karena pemikiran Kartini yang sangat kritis akan budaya Jawa yang terlalu mengekang kaum wanita untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria. Keuletan belajar, karena Kartini dapat menguasai bahasa Belanda dan juga belajar bahasa Perancis, begitu pula dengan kemampuannya bermain piano, ia dapatkan dari belajar.
Dari peringatan hari Kartini ini, saya harapkan kita, Bangsa Indonesia tanpa membedakan gender, berusaha menerapkan 3 teladan kartini yang sudah saya jabarkan tadi. Yaitu kreativitas, kepedulian, dan keuletan belajar.
Akhirnya saya meminta maaf bila ada salah kata yang kurang berkenan di hati anda sekalian. Sekaligus saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
kalo kurang puas.
silakan liat contoh pidato yang ke2 ini
Pidato yamg ke 2..
silakan dibaca..
Pidato Tema Hari Pahlawan
Assalamualaikum, wr. wb
Saudara-saudara,
Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan pidato berjudul “Hari Pahlawan”.
Pidato ini bertujuan mengingatkan kita bahwa kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme sangat penting dalam mengembangkan negara kita. Tanpa sikap tersebut, maka mustahil bagi kita untuk membuat negara kita bertahan hidup.
Saudara – saudara
Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November. Ini adalah refleksi negara kita dalam menghargai sejarah masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan melawan penjajahan. Hari Pahlawan juga menunjukkan bahwa para pendahulu kita telah segala sesuatu dikorbankan untuk membangun negara ini.
Assalamualaikum, wr. wb
Saudara-saudara,
Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan pidato berjudul “Hari Pahlawan”.
Pidato ini bertujuan mengingatkan kita bahwa kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme sangat penting dalam mengembangkan negara kita. Tanpa sikap tersebut, maka mustahil bagi kita untuk membuat negara kita bertahan hidup.
Saudara – saudara
Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November. Ini adalah refleksi negara kita dalam menghargai sejarah masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan melawan penjajahan. Hari Pahlawan juga menunjukkan bahwa para pendahulu kita telah segala sesuatu dikorbankan untuk membangun negara ini.
Hari Pahlawan diambil dari sejarah pertempuran di Surabaya. Itu ketika
orang-orang kita melawan Belanda dan pasukan Sekutu dengan tujuan perjuangan
Kemerdekaan Indonesia. Lebih dari 100.000 orang Indonesia yang terlibat di pertempuran melawan Sekutu yang diperkirakan lebih dari
30.000 tentara. Setidaknya 16.000 orang Indonesia meninggal, sedangkan di pihak musuh hilang
2.000 prajurit. Pertempuran itu merupakan pertempuran terberat dalam revolusi dan
menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia. Dianggap sebagai upaya heroik oleh
Indonesia, pertempuran membantu rakyat kita mendapatkan dukungan internasional untuk
Kemerdekaan Indonesia. Sebagai memori pertempuran, 10 November kemudian
dirayakan setiap tahun sebagai Hari Pahlawan.
orang-orang kita melawan Belanda dan pasukan Sekutu dengan tujuan perjuangan
Kemerdekaan Indonesia. Lebih dari 100.000 orang Indonesia yang terlibat di pertempuran melawan Sekutu yang diperkirakan lebih dari
30.000 tentara. Setidaknya 16.000 orang Indonesia meninggal, sedangkan di pihak musuh hilang
2.000 prajurit. Pertempuran itu merupakan pertempuran terberat dalam revolusi dan
menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia. Dianggap sebagai upaya heroik oleh
Indonesia, pertempuran membantu rakyat kita mendapatkan dukungan internasional untuk
Kemerdekaan Indonesia. Sebagai memori pertempuran, 10 November kemudian
dirayakan setiap tahun sebagai Hari Pahlawan.
Pertempuran di Surabaya adalah salah satu pertempuran yang terjadi di negara kita selama
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengorbankan segalanya, termasuk darah mereka dan kehidupan. Mereka berdedikasi, kepahlawanan mereka, patriotisme dan nasionalisme untuk negara ini.
Ada pepatah: negara besar adalah negara yang menghargai semua pahlawan-nya. Kita
sering mendengar tentang hal itu. Kita tahu bahwa tanpa pengorbanan pahlawan , tidak akan ada negara ini. Kemerdekaan Indonesia tidak diberikan oleh kolonialis tersebut.
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengorbankan segalanya, termasuk darah mereka dan kehidupan. Mereka berdedikasi, kepahlawanan mereka, patriotisme dan nasionalisme untuk negara ini.
Ada pepatah: negara besar adalah negara yang menghargai semua pahlawan-nya. Kita
sering mendengar tentang hal itu. Kita tahu bahwa tanpa pengorbanan pahlawan , tidak akan ada negara ini. Kemerdekaan Indonesia tidak diberikan oleh kolonialis tersebut.
Saudara – saudara
Saat ini kita hidup di negara kemerdekaan. Tidak ada lagi pertempuran melawan
penjajah. Tapi, itu tidak berarti bahwa kita berhenti berjuang. Ada banyak jenis
perjuangan yang harus kita lakukan. Berjuang melawan korupsi, kolusi dan nepotisme
adalah beberapa contoh perjuangan. Kita harus tetap semangat kepahlawanan, patriotisme
dan nasionalisme di negara berkembang ini. Itulah cara kita menghargai pahlawan kita.
Saat ini kita hidup di negara kemerdekaan. Tidak ada lagi pertempuran melawan
penjajah. Tapi, itu tidak berarti bahwa kita berhenti berjuang. Ada banyak jenis
perjuangan yang harus kita lakukan. Berjuang melawan korupsi, kolusi dan nepotisme
adalah beberapa contoh perjuangan. Kita harus tetap semangat kepahlawanan, patriotisme
dan nasionalisme di negara berkembang ini. Itulah cara kita menghargai pahlawan kita.
Saudara-saudara;
Saya pikir itu semua pidato saya. Mari kita terus semangati pahlawan kita, mari kita lanjutkan perjuangan. Terus berjuang … untuk negara kita, untuk masa depan yang lebih baik!
Terima kasih banyak atas perhatian Anda.
Wassalamu’alaikum Wr.wb
Saya pikir itu semua pidato saya. Mari kita terus semangati pahlawan kita, mari kita lanjutkan perjuangan. Terus berjuang … untuk negara kita, untuk masa depan yang lebih baik!
Terima kasih banyak atas perhatian Anda.
Wassalamu’alaikum Wr.wb
Semoga bermanfaat..
(Nur Azizah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar